Selasa, 31 Agustus 2010

Pendukung Humas Dihukum 3,7 Bulan

Login | Register Version : English | Suroboyoan | Madura
2010-09-01

GRESIK - Setelah pasangan Humas gagal menjadi pemenang pada pemilihan Bupati Gresik, giliran enam pendukungnya diganjar hukuman penjara selama 3 bulan dan 7 hari oleh majelis hakim PN Gresik yang diketuai Taswir SH MH, kemarin (31/8).

Keenam terdakwa dengan dua berkas terpisah (splits) itu adalah Heri Ariwibowo, Fatchurrahman dan H. Moh. Wahab, masing-masing sebagai pelaku pengeroyokan dan penganiayaan terhadap korban H. Chusnaini, anggota tim pemenangan pasangan SQ di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar.

Sedang tiga terdakwa lainnya adalah M. Hariyanto, Eko Prasetio dan Lea Praga. Ketiga remaja ini terbukti secara sah telah melakukan pengrusakan rumah milik Didik Wahyudi, ketua tim pemenangan pasangan SQ di desa yang sama.

Putusan itu lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Guntur Witjasono SH, yakni masing-masing selama 4 bulan penjara. Ringannya hukuman bagi para terdakwa tersebut tidak lepas dari hasil pemeriksaan selama persidangan yang tidak bisa membuktikan dakwaan primer jaksa penuntut umum (JPU).

Dalam pertimbangan putusannya, majelis hakim menyebutkan, ganjaran pidana yang diberikan kepada tiga terdakwa pengeroyokan dan penganiayaan itu sudah sesuai dengan dakwaan subsider JPU, yakni Pasal 170 ayat (1) jo Pasal 351 ayat (1) KUHP. Sedang kepada ketiga pelaku pengrusakan rumah, putusan majelis hakim didasarkan pada Pasal 170 ayat (1) jo Pasal 406 KUHP.

Seperti sudah diberitakan, peristiwa itu terjadi pada 28 Mei lalu saat pendukung pasangan Cabup-Cawabup Gresik Husnul Khuluq-Musyaffa' Noer (Humas) berpawai keliling Desa Gumeno, Manyar. Pawai itu diadakan sebagai bentuk kemenangan setelah KPU Gresik mengumumkan pasangan Humas sebagai pemenang pilbup Gresik pada 26 Mei 2010.

Tapi sayangnya, euforia pendukung pasangan Humas itu jadi kebablasan. Para pendukung pasangan SQ jadi sasaran pelampiasan kemenangan itu. Buntutnya, anggota tim sukses SQ jadi korban penganiayaan dan pengrusakan rumah.
Tujuh orang biang kerusuhan itu kemudian diciduk satu per satu oleh petugas kepolisian. did

Senin, 30 Agustus 2010

Robbach Pamitan Tanpa Didampingi Sastro

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/templates/sindo/images/Logo-Koran-Sindo2.jpg



Monday, 30 August 2010
Di tempat terpisah, Robbach Ma’- sum yang resmi mengakhiri masa jabatannya, kemarin, melakukan pamitan kepada semua pegawai di lingkungan Pemkab Gresik.


Namun, yang menjadi pertanyaan adalah pamitan yang dilangsungkan Robbach di Ruang Mandala Bhakti Praja Lantai IV Kantor Bupati itu tanpa didampingi Wakil Bupati Sastro Soewito. Padahal, kegiatan tersebut diikuti ribuan pegawai negeri sipil (PNS). Robbach Ma’sum sendiri sudah dua periode menjabat sebagai Bupati Gresik. Periode pertama 2000–2005, dia berpasangan dengan Sambari Halim Radianto yang kini terpilih menjadi Bupati Gresik periode 2010–2015. Sementara pada periode kedua 2005– 2010, dia berpasangan dengan Sastro Soewito.

Suasana haru menyelimuti acara pelepasan yang terkemas dalam silaturahmi itu. Seluruh pegawai terdiam, saat mendengarkan sambutan Robbach. Dalam sambutannya, Robbach Ma’sum menyampaikan permintaan maafnya kepada seluruh pegawainya dan masyarakat Gresik secara umum. ”Ayolah untuk mencoba merenung dan berpikir bahwa dalam kehidupan ini, setiap manusia mempunyai potensi berbeda.Potensi ini tidak bisa hilang, tapi dengan komitmen kebersamaan, perbedaan tidak akan menjadikan perpecahan,” tuturnya. Dia juga menambahkan,justru perbedaan harus menjadi manfaat dalam kehidupan bersama.

Karena selama berada dalam aturanaturan yang benar, tidak akan terjadi perpecahan.Robbach juga menuturkan, selama menjabat sebagai bupati, dia merasa sangat didukung semua pegawai. ”Semoga kebaikannya dibalas-Nya. Saya dan keluarga banyak kesalahan atau kekhilafan dalam menjalankan tugas-tugas sebagai pimpinan seperti ada isu demo mutasi. Itu semata-mata kesalahan saya. Jadi, semuanya adalah kesalahan saya. Karena saya sebagai pemimpin, maka saya siap bertanggung jawab,” tegasnya. (ashadi ik)

Rabu, 25 Agustus 2010

Sambari-Qosim Pimpin Gresik


SINDO - Thursday, 26 August 2010
Image

GRESIK(SINDO) – Sambari Halim Radianto-Muhammad Qosim (SQ) bakal memimpin Kabupaten Gresik lima tahun ke depan.Ini setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan pasangan tersebut memenangi pemungutan suara ulang di sembilan kecamatan.

Dalam putusannya,MK mengabulkan gugatan pasangan SQ,membatalkan ketetapan hasil rekapitulasi pencoblosan pada 26 Mei oleh KPU Gresik,dan mengesahkan hasil laporan KPU Gresik dalam coblos ulang sembilan kecamatan. MK juga memerintahkan KPU Gresik segera menetapkan pasangan SQ sebagai pemenang pemilihan bupati-wakil bupati. Sebab, setelah penghitungan ulang secara total pasangan SQ mendapatkan suara terbanyak,yakni 285.252 suara.

”Memerintahkan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gresik untuk melaksanakan putusan ini,”kata Ketua MK Mahfud MD saat membacakan amar putusan kemarin. Sebelumnya MK memerintahkan adanya pemungutan ulang di sembilan kecamatan di Gresik.Pasalnya, MK menilai ada kecurangan yang sistematis,terstruktur,dan masif dalam pelaksanaan Pilbup Gresik.

Dengan demikian, pasangan yang diusung koalisi Partai Golkar dan PKPI tersebut tinggal menunggu pengesahan KPU Gresik dan pelantikan. Menanggapi hal itu, anggota KPU Gresik Abdul Basid mengatakan secepatnya melakukan rapat internal penetapan pasangan calon yang menang sesuai keputusan MK.

”Dengan diterimanya laporan KPU Gresik, maka dalam waktu tiga hari ke depan kami akan melakukan rapat internal untuk penetapan,” tuturnya yang dikonfirmasi melalui ponsel kemarin. Keputusan MK tersebut sudah diprediksikan sejak awal. Pasalnya, gugatan yang diajukan pasangan Husnul Khuluq-Musyaffa’ Noer (Humas) dinilai MK bukan ranahnya, tapi termasuk gugatan pidana.

Bahkan, MK menolak pula gugatan yang diajukan pasangan lain seperti pasangan Sastro Soewito- Samwil (S2BY). Sidang putusan MK yang digelar kemarin adalah rangkaian dari sidang gugatan pasangan SQ kepada KPU Gresik atas penetapan hasil pencoblos pada 26 Mei lalu yang menetapkan pasangan Humas sebagai pemenangnya. Dalam putusan sela,MK memerintahkan KPU Gresik menggelar coblos ulang.

Ada sembilan kecamatan yang diperintahkan melakukan pencoblosan ulang, yakni Kecamatan Bungah, Kebomas, Cerme, Duduksampeyan,Balongpanggang, Benjeng, Menganti, Kedamean, dan Kecamatan Driyorejo. Hasilnya, pasangan SQ mendapat189.285suara, sedangkanpasangan Humas mendapatkan 160.122 suara.

Disusul pasangan Bambang Suhartono-Abdullah Qonik (Bani) 3.645 suara,pasangan Mujitabah-Suwarno (Jiwa) 2.812 suara,pasangan Muhammad Nashihan-Syamsul Maarif (Monas-Syamsul) 2.063 suara, danpasanganSastroSoewito-Samwil (S2BY) dengan 1.558 suara. Rinciannya, pasangan SQ menang di tujuh kecamatan, yaitu di Kecamatan Kebomas, Cerme, Balongpanggang, Benjeng, Menganti, Kedamean, dan Driyorejo.

Sementara pasangan Humas menang hanya di Kecamatan Bungah dan Duduksampeyan. Bila digabung dengan perolehan suara di sembilan kecamatan yang tidak diulang, pasangan SQ membalikkan keadaan dengan mengungguli pasangan Humas yang diusung koalisi PKB-PKNUPPP- Partai Gerindra.Pasangan SQ unggul sekitar 46%, sedangkan Humas hanya mendapatkan 40%.

Putusan MK tersebut disambut gegap gempita pendukung SQ.Pendukung SQ tersebut terpusat di tiga tempat,yakni di rumah Sambari Halim Radianto, Jalan Awikoen, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas; di rumah M Qosim,Jalan Jawa Perumahan Gresik Kota Baru (GKB); dan di Kantor DPD Partai Golkar Gresik,Jalan Panglima Sudirman.

Di rumah Sambari Halim Radianto yang juga Ketua DPD Partai Golkar Gresik itu langsung dipenuhi karanganbungauntukmemberikan ucapan selamat atas terpilihnya Sambari sebagai bupati Gresik periode 2010–2015. Bahkan, dalam waktu singkat rumah mantan wakil bupati periode 2000–2005 tersebut dipenuhi ratusan pendukungnya.

”Ini semua adalah kemenangan bersama,” ujar O’on,pendukung SQ. Sementara itu,putusan MK tersebut langsung menyebar ke seluruh warga di Gresik. Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, aparat kepolisian gabungan Polres Gresik dan Polda Jawa Timur sejak siang melakukan penjagaan lokasi-lokasi vital. (ashadi ik/kholil)

Sabtu, 21 Agustus 2010

APBD 2009 Masih Sisakan Masalah

lash Player Required
[ Sabtu, 21 Agustus 2010 ]

GRESIK - Pansus (panitia khusus) hasil audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) yang dibentuk DPRD Gresik akhirnya menyelesaikan pengawasan terhadap evaluasi penggunaan APBD 2009 Gresik. Hasilnya, masih ada beberapa kasus kerugian negara yang berpotensi memunculkan masalah baru.

Tercatat, ada sebelas temuan realisasi anggaran yang berpotensi merugikan keuangan daerah yang tengah diproses. Sementara itu, 13 temuan kesalahan administrasi penggunaan anggaran juga direkomendasikan agar segera diselesaikan.

Itu merupakan hasil finalisasi yang dilakukan pansus (panitia khusus) hasil audit BPK DPRD Gresik dengan pemkab. ''Tinggal menuntaskan beberapa masalah yang masih menjadi perdebatan,'' kata Ketua Pansus Audit BPK DPRD Gresik Chumaidi Maun kemarin (20/8).

Dalam finalisasi tersebut, pansus mengundang semua dinas yang realisasi anggarannya disemprit BPK. Pansus meminta klarifikasi terhadap tindak lanjut tiap dinas dalam penyelesaian temuan itu.

Menurut Chumaidi, dari finalisasi tersebut, semua dinas mengaku sudah menindaklanjuti. ''Namun, memang belum semua terselesaikan. Terutama kasus-kasus lama. Kami sudah memberikan deadline kepada mereka untuk menyelesaikan,'' tegasnya.

Total temuan hasil pemeriksaan APBD Gresik 2004-2008 oleh BPK mencapai 103 kasus. Dari jumlah itu, BPK memberikan 175 rekomendasi. (c5/r

Jumat, 13 Agustus 2010

Rekapitulasi, Kunci Kotak Macet

Gresik -SURYA- Sambari Halimradianto dan HM Qosim (SQ) akhirnya dinyatakan memenangkan Pemilukada Gresik, setelah dalam rekapitulasi coblos ulang suara yang mereka dulang dari sembilan kecamatan, berhasil mengungguli saingan utamanya, Husnul Khuluk-Musyaffa Noer (HuMas), Kamis (12/8) dengan perolehan 189.285 suara untuk SQ dan HuMas mendapat 160.122 suara.

Kemenangan telak SQ diperoleh dari tujuh kecamatan, yaitu Kecamatan Kebomas, Cerme, Balongpanggang, Benjeng, Menganti, Kedamean dan Kecamatan Driyorejo. Sedangkan HuMas menang di Kecamatan Bungah dan Duduksampeyan.

Proses rekapitulasi di KPU yang dijaga super ketat aparat kepolisian, terjadi peristiwa menggelikan sekaligus aneh. Kotak suara dari Kecamatan Kebomas tidak bisa dibuka dengan kuncinya, akhirnya panitia setelah seizin para saksi, memaksa buka dengan dipalu.

“Selama dua periode menjadi anggota KPU, baru kali ini saya melihat kunci kotak suara macet,” aku Abdul Basid, anggota KPU yang memimpin jalannya rekapitulasi.nsan

Kecewa, Petinggi Pemkab Tak Hadir

http://www.jawapos.co.id/metropolis/index.php?act=detail&nid=150090
[ Jum'at, 13 Agustus 2010 ]
ADA yang berbeda dalam rapat terbuka penghitungan manual hasil coblosan ulang yang digelar KPU kemarin jika dibandingkan dengan penghitungan manual hasil coblosan 26 Mei lalu. Tidak seorang pun pejabat Pemkab Gresik hadir dalam acara tersebut. Padahal, saat penghitungan manual coblosan 26 Mei lalu, mereka hadir lengkap.

Saat itu penghitungan dimenangi pasangan Husnul Khuluq-Musyaffa' Noer (Humas). Kemarin, saat penghitungan manual dimenangi pasangan Sambari Halim-Mohammad Qosim (SQ), tidak seorang pun pejabat pemkab hadir. Di antara enam jajaran muspida yang diundang, hanya dua yang hadir. Mereka adalah Kapolres dan komandan kodim.

Ketidakhadiran para petinggi Pemkab Gresik tersebut menimbulkan rasan-rasan bahwa mereka kecewa karena jagonya (Humas) kalah. Situasi itu memperkuat dugaan bahwa selama ini pemkab memang menjagokan Humas untuk meneruskan ''dinasti'' Robbach Ma'sum.

Dukungan pejabat pemkab terhadap Humas -meski dibantah- tidak bisa disembunyikan. Bupati Robbach bahkan sempat mengajukan izin cuti ke gubernur Jawa Timur untuk berkampanye bagi pasangan Humas. Namun, izin tersebut ditolak.

Tengara bahwa pejabat pemkab mendukung Humas diperkuat dengan putusan MK yang memerintahkan coblosan ulang. Dasarnya adalah keterlibatan para aparat pemkab untuk memenangkan salah satu calon yang dinilai sudah terstruktur, sistematis, dan masif.

Menurut kabar yang beredar, tak adanya pejabat pemkab dalam acara rekapitulasi kemarin tak lepas dari kekecewaan mereka terhadap hasil coblosan ulang. "Wajarlah Mas banyak yang gak datang," kata salah seorang pejabat pemkab yang ogah namanya disebut.

Demikian pula halnya dengan wakil dari DPRD Gresik, tak satu pun hadir. Kalaupun ada, mereka datang dengan status sebagai tim sukses salah satu kandidat.

Anggota KPU Gresik Abdul Basid enggan mengomentari ketidakhadiran pejabat pemkab dalam agenda rekap kemarin. "Yang jelas, semua undangan sudah kami sebar. Soal hadir tidaknya, itu bukan urusan kami," ujarnya singkat. (ris/c3/ruk)